Kamus bahasa sunda

by Oyon Sofyan Umsari

No reviews yet
First published: 1993 2 languages ISBN: 9794593788
Description
BUDIDAYA IKAN MUJAIR
( Tilapia mossambica )

1. SEJARAH SINGKAT
Ikan mujair merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, bentuk badan pipih
dengan warna abu-abu, coklat atau hitam. Ikan ini berasal dari perairan Afrika
dan pertama kali di Indonesia ditemukan oleh bapak Mujair di muara sungai
Serang pantai selatan Blitar Jawa Timur pada tahun 1939. Ikan mujair
mempunyai toleransi yang besar terhadap kadar garam/salinit as. Jenis ikan ini
mempunyai kecepatan pertumbuhan yang relatif lebih cepat, tetapi setelah
dewasa percepatan pertumbuhannya akan menurun. Panjang total maksimum
yang dapat dicapai ikan mujair adalah 40 cm.

5. PERSYARATAN LOKASI
1) Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung,
tidak berporos. Jenis tanah tersebut dapat menahan massa air yang besar
dan tidak bocor sehingga dapat dibuat pematang/dinding kolam.
2) Kemiringan tanah yang baik untuk pembuatan kolam berkisar antara 3-5%
untuk memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.
3) Ikan mujair dapat tumbuh normal, jika lokasi pemeliharaan berada pada
ketinggian antara 150-1000 m dpl.
4) Kualitas air untuk pemeliharaan ikan mujair harus bersih, tidak terlalu keruh
dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik.
5) Ikan mujair dapat berkembang pesat di kolam, sawah, kakaban, dan sungai
air deras. Kolam dengan sistem pengairannya yang mengalir sangat baik
bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik ikan mujair. Debit air untuk kolam
air tenang 8-15 liter/detik/ha, sedangkan untuk pembesaran di kolam air
deras debitnya 100 liter/menit/m3.
6) Keasaman air (pH) yang baik adalah antara 7-8.
7) Suhu air yang baik berkisar antara 20-25 derajat C.

6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

6.1. Penyiapan Sarana dan Peralatan
1) Kolam
Sarana berupa kolam yang perlu disediakan dalam usaha budidaya ikan
mujair tergantung dari sistim pemeliharaannya (sistim 1 kolam, 2 kolam dlsb).
Adapun jenis kolam yang umum dipergunakan dalam budidaya ikan mujair
antara lain:
a. Kolam pemeliharaan induk/kolam pemijahan
b. Kolam pemeliharaan benih/kolam pendederan
c. Kolam pembesaran
d. Kolam/tempat pemberokan
3) Persiapan Media
Yang dimaksud dengan persiapan adalah melakukan penyiapan media untuk
pemeliharaan ikan, terutama mengenai pengeringan, pemupukan dlsb.
Dalam menyiapkan media pemeliharaan ini, yang perlu dilakukan adalah
pengeringan kolam selama beberapa hari, lalu dilakukan pengapuran untuk
memberantas hama dan ikan-ikan liar diberi pemupukan berupa pupuk buatan, yaitu urea dan TSP masing-masing

6.2. Pembibitan
Untuk menyiapkan bibit ikan mujair yang akan dipelihara, perlu diperhatikan
hal-hal penyiapan media pemeliharaan, pemilihan dan pemeliharaan induk,
penetasan dan persyaratan bibit, ciri-ciri bibit dan induk unggul.
1) Pemilihan Induk
2) Sistim Pembibitan
3) Pembenihan
4) Pemeliharaan Bibit

6.3. Pemeliharaan Pembesaran
Pemeliharaan pembesaran dapat dilakukan secara polikultur maupun
monokultur.
1) Pemupukan
2) Pemberian Pakan
3) Pemeliharaan Kolam/Tambak

7. HAMA DAN PENYAKIT

7.1. Hama
1) Bebeasan (Notonecta)
2) Ucrit (Larva cybister)
3) Kodok
4) Ular
5) Lingsang
6) Burung
Pengendalian: diberi penghalang bambu agar supaya sulit menerkam; diberi
rumbai-rumbai atau tali penghalang.

7.2. Penyakit
Secara umum hal-hal yang dilakukan untuk dapat mencegah timbulnya
penyakit dan hama pada budidaya ikan mujair:
a) Pengeringan dasar kolam secara teratur setiap selesai panen.
b) Pemeliharaan ikan yang benar-benar bebas penyakit.
c) Hindari penebaran ikan secara berlebihan melebihi kapasitas.
d) Sistem pemasukan air yang ideal adalah paralel, tiap kolam diberi satu pintu
pemasukan air.
e) Pemberian pakan cukup, baik kualitas maupun kuantitasnya.
f) Penanganan saat panen atau pemindahan benih hendaknya dilakukan
secara hati-hati dan benar.
g) Binatang seperti burung, siput, ikan seribu (lebistus reticulatus peters)
sebagai pembawa penyakit jangan dibiarkan masuk ke areal perkolaman.

8. PANEN
Pemanenan ikan mujair dapat dilakukan dengan cara: panen total dan panen
sebagian.
1) Panen sebagian atau panen selektif
2) Panen total

9. PASCAPANEN
Penanganan pascapanen ikan mujair dapat dilakukan dengan cara
penanganan ikan hidup maupun ikan segar.
1) Penanganan ikan hidup
2) Penanganan ikan segar
3) Sebelum diangkut benih ikan harus diberok dahulu selama beberapa hari.
4) Berdasarkan lama/jarak pengiriman, sistem pengangkutan benih terbagi
5) Setelah 1 minggu dikarantina, tebar benih ikan di kolam budidaya.

Reviews

Log in or sign up to write a review.

No reviews yet. Be the first!


More by Oyon Sofyan Umsari


You Might Also Like

More in Indonesian language
Fairy Tales and Stories

Fairy Tales and Stories

Hans Christian Andersen
O Alquimista

O Alquimista

Paulo Coelho
Colloquial Indonesian

Colloquial Indonesian

Sutanto Atmosumarto